Kilas Balik Piala Dunia 2006 Jerman

142 views

Pesimisme mengiringi jejak Italia ke babak utama Piala Dunia 2006 yang diselenggarakan di Jerman. Penyebabnya merupakan skandal Calciopoli yang menggemparkan persepakbolaan mereka. Tapi sinisme pendukungnya & seluruh keraguan tersebut malah jadi salah 1 sumber alasan Azzurri tuk mendapat titel mereka yang le 4. Dapat kita baca di website berita Liga Inggris, diasuh Marcello Lippi, dikapteni Fabio Cannavaro, Italia menundukkan dunia di tengah problema.

ITALIA MENAKLUKKAN DUNIA – Keunggulan 2-0 vs team debutan Ghana di pertandingan pertama-tama jadi fondasi yang tepat. Hasrat tuk meredam seluruh kritik & cacian ternyata menciptakan ikatan di tim Italia terjalin semakin kokoh. Ini juga yang menjadikan mereka dapat finis menjadi jawara Grup E, sehabis seri 1-1 kontra Amerika Serikat & meraih kemenangan 2-0 vs Republik Ceko, yang saat itu sangat diunggulkan sebab dibela pemain-pemain kelas atas seperti Petr Cech, Tomas Rosicky – kapten Pavel Nedved. Sepanjang berpuluh-puluh tahun, Keberhasilan Italia kerap di bangun dengan lini belakang yang efektif. Tapi Lippi di ajang ini jua memfokuskan di skema serangan kesebelasannya. Francesco Totti diplot menjadi pendukung pasangan striker yang komposisinya sering dirotasi, bergantian antar Luca Toni, Alberto Gilardino, Alessandario Del Piero, Filippo Inzaghi & Vincenzo Iaquinta. Disamping itu, 2 full-back ofensif pada diri Gianluca Zambrotta & Fabio Grosso juga memberikan dimensi tidak sama di permainan-permainan Italia.

Cukup bahaya ketika menyerbu, catatan dari livescore liga Prancis terupdate Italia hampir tidak goyah sama sekali ketika bertahan. Dipimpin Cannavaro, lini pertahanan Italia betul-betul sukar ditembus oleh musuh. Malah salah satu skor yang mempesona gawang mereka di babak grup juga diciptakan gara-gara bunuh diri Cristian Zaccardo. Italia Lalu melalui hadangan Australia melalui penalti Totti di waktu penghujung fase 16 besar. 1 skor Zambrotta & doppietta Toni melawan Ukraina lalu menghantarkan Italia bersua dengan Jerman di semi-final. Berstatus host, jua membikin 11 skor tuk bisa mencapai menuju semifinal, menciptakan Jerman amat diunggulkan. Die Mannschaft sangat difavoritkan menembus final. Tapi Italia menghancurkan publik Signal Iduna Park 2-0 melalui gol-gol Grosso dari operan jenius Pirlo & Del Piero dari operan brilian Gilardino ketika extra time. Didalam laga final vs Prancis di Berlin, Italia berhasil menuntaskan tugas mereka & menyelesaikan ajang ini dengan cantik. Diwarnai kejadian kartu merah Zinedine Zidane tuk sundulannya kepada Marco Materazzi, Italia menaklukkan Prancis melalui adu penalti. Azzurri pun bercokol di pucuk yang paling tinggi.

SEJUMLAH FAKTA PIALA DUNIA 2006 – Tiada satupun punggawa dari tim Italia yang membikin kira-kira dua gol. Tapi Italia menjadi team ke-2 sehabis Prancis di 1982 dengan 10 pencetak skor tidak sama didalam 1 edisi Piala Dunia. 10 pencetak skor Italia tersebut merupakan Pirlo, Iaquinta, Gilardino, Materazzi, Inzaghi, Totti, Zambrotta, Toni, Grosso & Del Piero. Piala Dunia 2006 menampilkan jumlah skor bunuh diri paling banyak dengan 4 skor, atau serupa dengan yang tercipta di 1954 & 1988. Tuk pertama-tama kali didalam histori, skor pertama-tama & terakhir dibuat oleh pemain belakang. Philipp Lahm membuka kemenangan Jerman didalam laga pembuka kontra Kosta Rika, kemudian Marco Materazzi membikin skor pamungkas Italia di final. Pertandingan pembuka yang dimenangi Jerman dengan score 4-2 vs Kosta Rika jadi pertandingan pembuka Piala Dunia dengan jumlah skor paling banyak.

Swiss, yang dikandaskan Ukraina di fase 16 besar, tercatat menjadi team pertama-tama yang tertendang dari Piala Dunia tiada kemasukan 1 skor pun. Marcus Allback (Swedia) membikin skor ke-2000 didalam histori Piala Dunia, yaitu saat menahan seri Inggris dengan score 2-2 di Grup B. Ajang ini diwarnai 345 kartu kuning & 28 kartu merah, menghancurkan rekor yang tadinya tercipta di Piala Dunia 1998. Pengadil lapangan, Valentin Ivanov (Rusia) mengeluarkan 16 kartu kuning & 4 kartu merah di fase 16 besar antara Portugal vs Belanda, didalam pertandingan sengit yang akhirnya terkenal menjadi Battle of Nuremberg. Pengadil lapangan Graham Poll (Inggris) membuat kesalahan parah, yaitu memberikan Josip Simunic (Kroasia) 3 kartu kuning didalam pertandingan vs Australia.

Tags: #Italia #Jerman

Leave a reply "Kilas Balik Piala Dunia 2006 Jerman"